KONFIGURASI
DASAR MIKROTIK DENGAN MODEM INDIHOME
FUP ( Fair Usage Policy ) tidaklah sama
dengan sistem QUOTA, FUP lebih tepatnya mengenai sistem
penggunaan yang wajar dalam pemakaian internet. Untuk itu maka agar pemakaian
internet kita tidak terlalu cepat terkena FUP dibutuhkan lah sebuah ‘manajemen bandwidth’ atau biasa di sebut ‘bandwidth limiter’.
MikroTik
RouterOS mempunyai fitur se gudang salah satunya yang sudah DSI sebutkan
di atas yaitu manajemen bandwidth. Contoh nyata salah satu pengguna Indihome
yang mendapatkan imbas dari kebijakan FUP adalah ‘WarNet”. Sebut saja ‘Warnet A’, dia berlangganan
indihome 10MB jumlah client nya berkisar 15 Komputer, Jika Warnet A tidak
melakukan manajemen bandwidth maka dalam kurung waktu 1 minggu saja batas
pemakaian wajar (FUP) sudah melebihi.
Dengan kita melakukan manajemen bandwidth
setidaknya kita sudah mengulur waktu dari yang 1 minggu bisa jadi 3 minggu
untuk pemakaian wajar, dan kita juga sudah melakukan FUP pada pelanggan warnet
kita, jadi adil kan hehe. Sesuai tema kita di atas bagaimana cara melakukan
manajemen bandwidth pada jaringan warnet atau kantor dengan MikroTik.
TOPOLOGY
:
Menentukan
Network di Jaringan Lokal:
Setelah mengetahui topology yang akan kita
gunakan seperti apa, baru lah menentukan network yang akan di gunakan untuk
jaringan lokal kita. Beberapa modem indihome yang DSI jumpai, seperti ZTE,
Huawai dll, kebanyakan menggunakan IP class C dan Network yang di pakai
biasanya 192.168.0.0/24, 192.168.1.0/24,192.168.100.0/24 .. jadi sebaiknya
ketika anda menentukan network untuk jaringan lokal anda gunakan lah di luar
network tersebut.
Misal, DSI anggap kita memilih network
192.168.2.0/24
192.168.2.1/24 IP yang akan kita gunakan pada MikroTik sekaligus sebagai gateway setiap komputer-komputer warnet kita.
192.168.2.1/24 IP yang akan kita gunakan pada MikroTik sekaligus sebagai gateway setiap komputer-komputer warnet kita.
SETTING MIKROTIK DENGAN INDIHOME
Sesudah anda menentukan IP yang akan di pakai
untuk jaringan warnet anda, sekarang kita lanjut untuk melakukan setting mikrotik
dengan topology dan network yang sudah di tentukan di atas.
Sebaiknya Reset terlebih dahulu mikrotik anda
baik secara manual atau NetInstall.
Hubungkan semua perangkat, seperti modem
(port1) ke mikrotik (ether1), Hub ke mikrotik (ether2) seperti topology di
atas.
§ Hapus “Remove
Configuration”, ini biasanya muncul karena kita habis melakukan hard reset /
manual reset.


§ Bikin Dhcp-client,
bertujuan kita tidak perlu input manual statik ip pada mikrotik, alasannya
kadang kita tidak tau berapa ip modem yang sebenarnya, dengan melakukan
dhcp-client kita bisa langsung membuat default route dan tau ip modem. Syarat
utamanya adalah, settingan pada modem indihome masih standar belum di rubah
sedikitpun, karena secara default modem indihome dhcp-server nya sudah di
aktifkan. caranya bisa lihat di bawah ini:


§ Buat lah NAT (Network
address translation) dan lakukan hanya pada interface yang mengarah ke public.
Tujuan Nat sendiri berfungsi untuk penerjemah alamat IP public ke
alamat IP private atau sebaliknya. sehingga dengan adanya NAT setiap komputer
pada jaringan Lokal dapat mengakses internet. Lihat gambar berikut:


§ Sampai disini kita bisa
test ping lewat terminal winbox, pastikan sampai tahap ini ping sudah replay
semua


§ Atur IP mikrotik pada
interface (ether2) yang terhubung ke HUB , yang nantinya IP tersebut menjadi
gateway tiap komputer.


§ Skrang kita setting IP
pada komputer yang akan mau di pake, saya contohkan disni pada komputer billing
dengan IP 192.168.2.2 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.2.1, untuk PC yang
lain silahkan anda tentukan sendiri yang terpenting masih dalam subnet yang
sama


§ Lakukan ping pada
komputer anda, jika replay maka anda sudah berhasil konfigurasi pada mikrotik
dan komputer anda.


Manajemen
Bandwidth pada Mikrotik:
Jika
pada tahap konfigurasi mikrotik anda selesai dan sudah di pastikan sudah bisa
di pakai untuk internetan, maka kini DSI coba kasih tips sederhana untuk limit
bandwidth tiap komputer menggunakan ‘simple queue’, copy script di bawah ini kemudian pastekan ke
dalam “terminal” winbox :
|
1
2
3
4
|
/queue simpleadd max-limit=1M/10M name=Global
target=192.168.2.0/24/for dsi from 2 to 10 do={/queue simple add
name="PC-Client-$dsi" target="192.168.2.$dsi"
max-limit=384000/512000 parent=Global} |
§ Untuk jumlah bandwidth
yang DSI contoh kan adalah 10 M download dan 1 M upload, dan untuk network LAN
192.168.2.0/24 , limit tiap PC 512k download 384 upload. jika keadaan
sebenarnya berbeda di tempat anda, tinggal anda sesuaikan saja
§ Script di atas adalah untuk generate otomatis simple queue,
yang tujuannya adalah untuk range IP 192.168.2.2-10, jika pada jaringan anda
lebih dari itu atau urutan ip nya berbeda silahkan sesuaikan di bagian “2 to
10” pada script di atas, misal range di LAN anda 192.168.2.100-192.168.2.115,
maka rubah lah menjadi “100 to 115”.
§ jika anda ingin menambahkan
untuk limit youtube, anda bisa lihat pada postingan cara limit bandwidth video
youtube di mikrotik. pastikan menambahkan nya nanti di paling atas untuk urutan
queue nya.
Seperti ini hasil dari simple queue yang
sudah kita setting mikrotik dengan indihome:


Demikian lah cara sederhana setting mikrotik
dengan indihome fiber, dengan hanya kita melakukan limit bandwidth tiap
komputer menggunakan mikrotik seperti diatas maka kita setidaknya sudah
melakukan hal yang akan mengulur waktu dari yang biasa nya sudah 1 minggu
kenapa FUP sekarang mungkin bisa 2-3 mingguan. Semoga tutorial sederhana
konfigurasi mikrotik ini bisa membantu pembaca semua nya.
Tutorial ini memang sengaja di tunjukkan
kepada pengguna mikrotik yang masih belum tau cara konfigurasi seperti apa.
Terimakasih atas kunjungan anda, jangan lupa
ber komentar di bawah ini jika anda mempunyai pertanyaan seputar artikel
mikrotik dengan modem indihome di atas, saran dan kritik jangan lupa. mohon
maaf bila DSI salah dalam penulisan kata-kata maupun script di atas, baik
sengaja atau pun tidak.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar